RAIHLAH CITA-CITAMU

Minggu, 14 Desember 2014

Doa Pemuda.

Dibawah derasnya hujan sore itu. Langit seolah merasakan keletihan hari ini. Sayangnya jua Senja tidak menampakkan keindahannya sore. Tidak setiap sore memang. Tapi selalu ada dibalik langit yang luas itu. terkadang tertutup awan yang hilir mudik menghiasi langit.Tertutup mendung Tertutup kesibukkan ibu kota dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Atau bahkan tertutup hati seorang pemuda dalam lamunannya.
Butiran - butiran air menetes membasahi setiap daun. Begitu juga Bintik air membasahi kaca. Menghalangi Pandangan pemuda itu. Hujan semakin deras mengguyur kota indah ini. Tak peduli dengan hujan ini atau bahkan kota indah ini. Pemuda itu masih saja berdiri menghadap kaca. Pandangannya jauh menatap luar jendela itu tapi sebenarnya kosong. Yaa siapalah yang tahu isi hati. Bahkan pengaku pemiliknya saja tak sungguh benar-benar tahu apa isi hatinya. Pemuda kurus itu masih dengan pandangannya keluar. Seolah melihat satu demi satu butiran hujan itu turun. Seklipun tidak. Siapa jua yang peduli. Bibirnya memang tak bergerak sedikitpun tapi hatinya mulai merintih. Bukan keluhan, atau cacian. Hanya sebuah doa kecil. yaa doa. Doa merupakan harapan terbesar hambaNya. Dibisikkanlah doa itu kedalam hatinya. Lembut namun penuh harap. Terkesan biasa saja namun bertenaga.
"Tuhan jangan Kau tambatkan hatiku lagi lagi lagi dan lagi pada sesuatu yang tak Kau beri manfaat padanya."
berulang-ulang pemuda itu bisikkan dalam hatinya. Seolah percaya bahwa doanya akan terbawa oleh aliran air hujan ini dan terangkat hingga kelaingit. Doa yang sederhana namun tidak sesederhana sebabnya ketika itu muncul. terkesan biasa saja, namun sungguh berarti bagi pemuda itu.  Bukan urusan yang sederhana memang bagi siapa pun pemilik hati itu. Tapi bagi Kita sungguh ini “hanya” urusan Hati.

MATAHARIKU

Kita adalah Matahari. Matahari untuk diri Kita sendiri dan Keluarga kecil kita. Ciptakanlah kehangatan dan sinarmu sendiri. Untuk dirimu dan Keluarga kecilmu itu. Tak perlulah repot-repot dan gelisah ingin menjadi Matahari untuk yang lain. Dengan menjadi Matahari Untukmu dan Keluarga kecilmu, itu sudah cukup. Kemudian rasakan sinar dan kehangatannya untukmu dan keluarga kecilmu. Nikmati itu. Lalu biarkan sinar dan kehangatannya terus membesar dan semakin besar. Sehingga tanpa kau sadari sekalipun sinar dan kehangatan itu menerangi dan menghangtkan orang sekitarmu. Lalu biarkan sinar dan kehangatan itu terus membesar dan membesar lagi. maka tanpa kau sadari lagi kau telah menyinari dan menghatkan orang disekitarmu lebih luas lagi. Maka kau akan temui dirimu sebagai inspirator hidup tanpa decak kagum, tanpa riuh tepuk tangan, tanpa nama besar, tanpa materi berlimpah atau pujian. Karena sejatinya kau akan terus menginspirasi tanpa satu helaipun atribut dari itu semua.

Septong_Kotamu.

Selasa, 02 Desember 2014

OPTIMIS

"Tidaklah aku mengangkat batu kecil ini melainkan aku percaya akan memperoleh Emas"