RAIHLAH CITA-CITAMU

Selasa, 01 Juli 2014

REZEKI BAYI


Ada sebuah analogi menarik yang bisa kita telaah pada tulisan ini. Sesuai dengan judulnya yaitu mengenai Sang bayi. 
Kita semua tahu bahwa bayi hanya bisa melakukan 1 hal yaitu menangis. Tidak bisa berbicara, berbuat banyak hal, bekerja dan lain sebagainya. Suatu ketika sang bayi ini kelaparan. Satu-satunya makanan yang bisa ia makan hanya air susu ibunya. Seperti biasanya, bayi tersebut menangis pertanda ia lapar. Dengan nada suara menagis yang datar " oek, oek, oek , oek....... " Nada yang tidak tinggi bahkan cenderung rendah. Dan dengan eksprei muka yang seadanya. Karena mengetahui bayinya menangis, sang ibu menengok kepadanya. Tapi sang ibu sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya,  ibu tersebut sibuk mencuci baju, menjemur baju, memasak, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Membuat ibu tersebut sedikit mengabaikan bayinya. "Bentar nak, ibu lagi sibuk, sebentar lagi selesai." Mengetahui ibunya mengabaikannya, sang Bayi menangis dengan gaya yang sama. Tapi ibu tersebut masih saya mengabaikannya.  Padahal jika kita lihat, air ASI ibu sudah ada, tinggal sebentar saja memberi makan bayinya. Tapi justru ibu tersebut yang mengabaikan Bayinya. Sang bayi berkata dalam hati " kenapa si bu, ditunda -tunda terus makan buat saya, sudah laper ni."